Profil Esteve Rabat: Perjalanan Menjadi Juara Dunia Moto2 2014


profil esteve rabat - juara dunia moto2 2014

SDI — Pada usia 25 tahun, Esteve ‘Tito’ Rabat sukses mengakhiri kerja keras selama bertahun-tahun dengan berhasil meraih gelar juara dunia pertama dalam karir balapnya. Pembalap Spanyol itu akhirnya menjadi Juara Dunia Moto2 2014, satu seri sebelum musim berakhir.

Pada hari Minggu (26/10/2014), Rabat meraih gelar juara dunia Moto2 meskipun hanya finis ketiga pada balapan di sirkuit Sepang, Malaysia. Dia pun berhasil mengikuti kisah sukses mantan rekan setimnya tahun lalu sekaligus kompatriotnya, Pol Espargaro.

Perjalanan Rabat untuk merebut gelar juara dunia di kelas menegah tak lepas dari buah kerja keras dan usaha untuk terus tampil konsisten serta memperbaiki di setiap penampilannya sejak debut pertamanya di Grand Prix balap pada tahun 2005.

Rabat melakoni debut di Valencia pada akhir musim 2005 di kelas 125cc setelah menjadi runner up di kejuaraan Spanyol tahun itu. Musim berikutnya ia tampil sebanyak 11 kali bersama mesin Honda dan meraih poin pertamanya di Grand Prix saat finis 12 di Malaysia dan di akhir musim dia mengemas total 11 poin.

Pada tahun 2007, Rabat menjadi pembalap regular Honda di kelas 125cc dan mencetak podium pertamanya di China dengan finis ketiga. Sosok berbadan tinggi, pirang, dan ramping, Tito membalap bersama Bradley Smith saat ia membangun menimba pengalaman di Kejuaraan Dunia, kehilangan dua balapan karena cedera tangan kiri.

Pada tahun 2008, Rabat mengendarai KTM, di line up tim yang sama seperti seorang pembalap 15 tahun bernama Marc Marquez. Rabat dan Marquez kemudian berteman baik, tapi mereka telah berani bermimpi bahwa mereka berdua akan menjadi Juara Dunia di masa depan?

Bahkan musim 2008 Rabat ditandai dengan kecelakaan serius yang dideritanya di Grand Prix Catalunya. Rabat menghantam kepalanya, kehilangan kesadaran dan tetap dalam kondisi koma selama beberapa jam. Tapi dia segera kembali ke trek balap.

Pada tahun 2009, ia pindah ke tim Blusens Aprilia masih di kelas 125cc dan pada musim berikutnya – 2010 – Rabat membuat kemajuan saat ia mencetak dua kali finis podium dan mengakhiri musim di posisi keenam di klasemen akhir.

Bekat kemajuannya, dia direkrut untuk pindah ke kelas menengah dan pada tahun 2011. Rabat menjadi pembalap Blusens-STX Moto2, menyelesaikan musim itu di posisi ke-10 secara keseluruhan – sesuatu yang cukup pantas di musim rookie dalam kategori tersebut. Hasil terbaiknya musim ini adalah finis ketiga di Indianapolis, saat naik podium dengan temannya Marquez dan sesama pembalap Spanyol Pol Espargaro.

Pada tahun 2012, Rabat bergabung ke tim yang disegani, Pons 40 HP Tuenti untuk mengendarai Kalex dan ia kemudian finis ketujuh di klasemen pada akhir tahun tersebut, dengan torehan hanya satu podium, tempat ketiga di Jepang. Sementara itu, rekan setimnya, Pol Espargaro bertarung demi gelar juara dengan Marquez, yang akhirnya meraih mahkota Moto2 sebelum pindah ke MotoGP.

Pada musim lalu, Espargaro menjadi juara dunia kelas menengah sebelum pindah ke kelas utama. Sementara Rabat juga mampu membuat kemajuan yang signifikan bersama tim Pons dengan tampil lebih kompetitif untuk merebut tiga kemenangan dan tujuh kali naik podium dalam perjalanan ke posisi ketiga di klasemen di belakang Espargaro dan Redding.

Sebelum akhir musim dia mengumumkan keputusannya untuk pindah ke Marc VDS Racing Team, menggantikan tempat yang ditinggalkan Redding. Langkah tersebut, terbayar oleh Rabat tahun ini karena ia mampu tampil dominan, dengan dua kemenangan dalam tiga seri pembuka sebelum kemudian dia mengkonversikan ke empat kemenangan dalam tujuh balapan pertama, dengan dua podium lebih banyak.

Rival utama Rabat musim ini adalah rekan setimnya Mika Kallio, tapi gelombang kuat lainnya dalam bentuk di paruh kedua musim ini membawa Rabat meraih tiga kemenangan berturut-turut di Brno, Silverstone dan Misano saat ia menjauh dari Kallio untuk memuncaki klasemen.

Pada akhirnya, Rabat mampu membungkus gelar juara dunia Moto2 2014 sebelum akhir musim di Malaysia dengan finis ketiga. Itu adalah podium ke-13 dia sepanjang tahun ini. Dia akan menerima sambutan sebagai pahlawan di seri final di Valencia.

Rabat sudah sangat pantas menjadi juara dunia musim ini dengan 10 pole posisi dan tujuh kemenangan balapan. Rabat akan mempertahankan gelarnya bersama tim yang sama pada tahun depan di kelas yang sama dan jika ia berhasil juara dunia lagi, maka dia akan menjadi pembalap pertama yang back-to-back Juara Dunia Moto2, sejak kelas ini berubah nama dan restrukturisasi kategori pada tahun 2010.

Rabat adalah pembalap Spanyol ketujuh yang memenangkan gelar juara dunia kelas menengah, setelah Sito Pons (1988 & 1989), Dani Pedrosa (2004 & 2005), Jorge Lorenzo (2006 & 2007), Toni Elias (2010), Marc Marquez (2012) dan Pol Espargaro (2013).

Rabat sudah start dari pole sebanyak 10 kali pada tahun 2014 – sebuah rekor baru untuk pole dalam satu musim di kelas Moto2. Dia adalah pembalap pertama yang pernah memimpin klasemen sepanjang musim di kelas Moto2. Rabat hanya satu kali gagal finis di empat besar pada musim 2014, yaitu ketika finis ke delapan pada balapan basah di Assen.

Biography Esteve ‘Tito’ Rabat
Date of birth: 25th May 1989
Place of birth: Barcelona, Spain
Team: Marc VDS Racing Team
Bike: Kalex
Number: 53
Weight: 61 kg
Height: 178 cm
First Grand Prix: Valencia 2005, 125cc
First Pole Position: Jerez 2013, Moto2
First Podium: China 2007, 125cc
First Win: Jerez 2013, Moto2
Race starts: 143
Wins: 10
Podiums: 25
Pole Positions: 12
Fast laps: 8
World titles: Moto2™ (2014)
World Championship career:
2005: 125cc – Wild card, Honda, 1 race start, 0 points
2006: 125cc – 23rd position, Honda, 11 race starts, 11 points
2007: 125cc – 10th, Honda, 15 race starts, 74 points
2008: 125cc – 14th, KTM, 16 race starts, 49 points
2009: 125cc – 18th, Aprilia, 16 race starts, 37 points
2010: 125cc – 6th, Aprilia, 17 race starts, 147 points
2011: Moto2 – 10th, FTR, 17 race starts, 79 points
2012: Moto2 – 7th, Kalex, 17 race starts, 114 points
2013: Moto2 – 3rd, Kalex, 16 race starts, 215 points
2014: Moto2 – World Champion, Kalex, 17 race starts, 326 points.

follow @sneijdera21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s