Rossi Cemaskan Kecepatan Dalam Kondisi Basah di Sepang


652653642634674327

SEPANG (SDI) – Valentino Rossi merasa ‘cukup khawatir’ setelah kesulitan di sesi latihan bebas kedua MotoGP Malaysia, Jum’at (24/10). Pada sesi sore hari dalam kondisi basah itu, pembalap Movistar Yamaha ini hanya mampu berada di urutan ke-15.

Pada latihan pembuka di kondisi kering, Rossi hanya mencatatkan waktu lap tercepat keenam. Namun The Doctor menekankan pentingnya untuk menjadi kompetitif baik dalam kondisi yang memungkinkan akan hujan pada perlombaan di Sepang akhir pekan ini.

“Itu sulit hari ini karena kami memiliki beberapa masalah pada motor, dan kami mencoba untuk bekerja untuk menjaga ban karena di sini dalam uji coba kami sedikit khawatir,” Kata Rossi, yang memenangkan balapan di Phillip Island akhir pekan lalu, dikutip dari laman Crash.

“Dalam tes kami cepat dengan ban baru, tapi kami punya ritme yang buruk karena kami kerap mengalami slide dan terlalu banyak kehilangan (waktu). Kami mencoba untuk menghindari masalah ini dan pada kenyataannya itu berhasil karena kecepatan saya tidak begitu buruk, terutama dengan ban lama, tapi aku tidak cukup cepat karena saya harus membayarnya di tikungan-tikungan yang lebih cepat.” Lanjutnya.

“Kami harus memodifikasi, untuk mencoba sesuatu di antara itu, dan terutama sore hari ini dalam kondisi basah saya sangat lambat. Saya memiliki banyak masalah pada motor untuk membalap mencapai limit – aku tidak pernah memiliki perasaan yang bagus. Ini adalah sesi latihan yang sangat buruk dan saya cukup khawatir karena kami harus siap dalam kedua kondisi dan besok serta hari Minggu bisa basah. Jika kami ingin mencetak poin kami harus kuat juga dalam kondisi basah.” Beber Rossi.

Sebaliknya, Jorge Lorenzo tampaknya tidak memiliki masalah karena ia memuncaki lap time dalam kondisi basah dengan keunggulan lebih dari dua persepuluh detik dari Marc Marquez. Meski demikian, Rossi yakin bahwa ia bisa mengatasi masalah yang dihadapinya pada sesi latihan hari pertama.

“Dalam pengereman dan masuk tikungan saya memiliki banyak masalah dengan ban depan dan saya tidak bisa masuk cepat dalam kondisi basah. Motornya bergerak sangat banyak dan saya pikir itu tidak mungkin benar,” ujar peraih tujuh gelar juara dunia MotoGP ini.

“Pol (Espargaro) dan Bradley (Smith) juga seperti saya, tapi di sisi lain Jorge menemukan sesuatu yang berbeda dan cepat, sehingga itu berarti motor ini memiliki potensi yang baik dan kami harus memperbaiki setup.” Lanjutnya.

Kini Rossi masih berada di posisi kedua di klasemen dengan keunggulan 8 poin dari Lorenzo. dia pun menargetkan untuk memenangi perlombaan di Sepang akhir pekan ini.

“Sangat penting (untuk finis kedua) karena kami membutuhkan motivasi untuk tetap berkonsentrasi tapi bagi saya pribadi targetnya adalah untuk mencoba bertarung demi kemenangan atau podium,” ucap Rossi. “Posisi kedua di kejuaraan adalah sesuatu yang penting, terutama jika Anda bertarung dengan Pedrosa dan Jorge.”

Sejauh ini, Rossi sudah berhasil menyesuaikan gaya membalap di Yamaha musim ini agar lebih kompetitif dan ia mengatakan gaya balap nya lebih sama dengan Lorenzo ketimbang gaya petualang Marc Marquez di Honda.

“Saya mengambil lebih dari Lorenzo, karena kami harus mengendarai motor berbeda dibandingkan dengan Honda. Marc dan Dani membalap sama, tapi dengan Honda Anda harus melakukan beberapa gerakan yang berbeda. Jadi bagi saya, (saya membalap) lebih seperti Jorge,” ujar Rossi.

Ketika ditanya apakah gaya menyerang Marquez telah menciptakan budaya menyalip baru di MotoGP, Rossi menjawab: “Saya rasa ini adalah karena saya, karena saya memulai ini di masa lalu tapi itu tergantung bertarung dengan siapa. Bagi saya, Jorge sangat cepat dari awal dan mencoba untuk membuat ritme; Dani serupa, tapi tahun ini (dia) sedikit lebih bermasalah.”

“Marc sedikit lebih seperti saya: dia bisa cepat dari awal seperti di Australia, tapi terkadang dia suka merasa nyaman di motor dan setelah start sampai lewat. Misalnya ketika saya mencoba melewati Marc ia mencoba menyalip saya di tikungan berikutnya dan juga Jorge,” ucap Rossi.

“Ini cara yang bagus untuk bertarung karena di masa lalu pertarungan selama perlombaan itu lebih terkendali, tapi sekarang itu seperti tinju!” pungkas peraih sembilan kali gelar juara ini. [[cn/sdi – follow @sneijdera21]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s