Iannone Minta Maaf Tak Berniat Menyundul, Pedrosa Legowo


Screenshot_76

PHILLIP ISLAND (SDI) – Dani Pedrosa memaklumi kesalahan Andrea Iannone yang tak berniat menyundul motornya pada balapan MotoGP Australia. Akibat insiden itu, pembalap Repsol Honda ini gagal meraih poin dan perjuangannya akan semakin berat untuk mendapatkan title runner up akhir musim ini.

Pada balapan di sirkuit Phillip Island, Minggu (19/10), Pedrosa yang start kelima di grid naik ke urutan keempat pada lap awal lomba. Namun ia kembali melorot ke posisi kesembilan, dan berebut posisi keempat dengan sejumlah pembalap.

“Seperti biasa pada lap pembuka saya tidak bisa mendorong motor atau menyerang. Saya kehilangan lima atau enam posisi dalam dua atau tiga lap. Sangat disayangkan dan kami harus benar-benar mengubah balapan berikutnya untuk melakukan sesuatu sehingga saya bisa menyerang dan mencegah rival saya di lap pembuka.” Ujar Pedrosa.

“Kami bisa melihat sekarang bahwa saya melorot dan kemudian saya berada di tempat di mana sangat mudah untuk dapat tersenggol pembalap lain. Di barisa depan jauh lebih mudah untuk menghindari masalah semacam ini.” Lanjutnya.

Pada putaran keenam Iannone yang mencoba menyalip Andrea Dovizioso terjatuh di tikungan 4 dan sempat menabrak bagian belakang motor Pedrosa. Pembalap Pramac itu seketika terhenti, meskipun dia beruntung tak mengalami cedera.

Pedrosa sendiri beruntung tak terjungkal setelah tersenggol Iannone dari belakang. Namun dengan motor yang tak lagi sempurna, dia mencoba bertahan meskipun pada akhirnya ia harus menyerah pada akhir lap kedelapan dan memutuskan masuk ke pit serta mengakhiri balapan tanpa meraih poin.

“Ketika saya melihat dia, saya merasa sepertinya ‘wajar’. Dia menghantam roda belakang, terjatuh dan roda saya hancur dan tidak berputar lagi. Setelah itu saya harus berhenti. Saya mengalami banyak getaran. Ada kesempatan untuk bergabung kembali tapi saya sudah kehilangan satu lap.” Jelas Pedrosa.

Sementara mengenai hal itu, Iannone menjelaskan kesalahan yang membuatnya terjatuh dan ia memimta maaf kepada Pedrosa. Ia mengatakan, “Saya start sangat baik tapi karena kontak dengan pembalap lain saya melebar di tikungan pertama dan saya kehilangan banyak posisi. Sayangnya ketika Anda dipaksa untuk kembali Anda harus mengambil lebih banyak risiko.”

“Kecelakaan itu disebabkan bukan hanya saya mengerem sangat keras tapi juga karena gigi pertama tidak bergeser. Saya minta maaf tidak finis lomba dan aku juga minta maaf karena membuat Pedrosa gagal finis.” Lanjutnya.

Tanpa insiden itu, Pedrosa merasa ia punya kesempatan bertarung demi meraih podium. Ia mengatakan, “Tentu saja saya berada di posisi yang jelek sejak awal, tapi melihat setelah itu dengan begitu banyak crash sampai ke lap terakhir mungkin saya finis podium. Tapi beberapa balapan seperti ini dan Anda tidak pernah tahu bagaimana hal itu akan berakhir.”

Pada balapan seri 16 ini, Marc Marquez juga gagal finis akibat terjatuh setelah kehilangan bagian bagian depan. Pedrosa merasa waktu berakhirnya lomba, untuk membantu menyesuaikan dengan pemirsa televisi Eropa, telah menjadi salah satu faktor lain dalam insiden tersebut.

“Saya pikir [insiden ban depan] itu lebih terkait dengan jam kami berlomba dan dari pukul 4:20-4:30 pm trek mulai menjadi sangat dingin dan semua orang mulai crash,” kata Pedrosa, yang seperti pembalap Honda lainnya dan pembalap pabrikan tim Ducati balapan dengan ban depan asimetris baru.

“Tentunya Anda dapat memilih ban depan ekstra soft, seperti Rossi. Mungkin itu bekerja untuknya. Tapi dengan motor yang sama dan gaya balap halus Lorenzo membuatnya hancur, sehingga itu terkadang sebuah perjudian. Dan tentu saja ini adalah trek yang sangat sulit untuk kinerja ban.” Tambah Pedrosa.

Dengan kegagalan Marquez dan Pedrosa finis di GP Australia ini, keunggulan Honda di puncak klasemen konstruktor terpangkas menjadi 45 poin dan juga kini Repsol Honda unggul 40 poin di klasemen Tim dari para pesaing mereka.

“Saya berharap bahwa di Malaysia saya bisa melakukan balapan yang baik, berusaha meraih hasil yang bagus untuk Honda dan tim karena dengan Marc dan dan saya gagal finis hari ini dan Yamaha finis satu-dua, mereka sudah memangkas poin di klasemen konstruktor dan tim.” Ujar Pedrosa.

“Jadi kami berharap untuk mendapatkan hasil bagus di dua balapan terakhir dan tetap di puncak klasemen.” Tegas Pedrito, yang kini berada di posisi keempat klasemen dengan 230 poin, terpaut 17 poin dari tempat ketiga Lorenzo, dan tertinggal 25 poin di belakang peringkat kedua Valentino Rossi. [[cn/sdi – follow @sneijdera21]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s