Marquez Gagal Menang Gara-Gara Nafsu Tiru Gaya Doohan


8687687

PHILLIP ISLAND (SDI) – Marc Marquez harus menunda ambisinya untuk meraih kemenangan ke-12 pada musim ini. Pada balapan GP Australia, Bintang Repsol Honda itu gagal finis setelah terjatuh saat lomba tersisa 10 putaran lagi karena bernafsu meniru gaya Legenda MotoGP Mick Doohan.

Meski sudah mengamankan gelar juara dunia musim 2014 akhir pekan lalu di Motegi, Marquez tetap mengincar kemenangan demi menyamai rekor kemenangan terbanyak sepanjang masa dalam satu musim milik lima kai juara dunia GP500cc Doohan.

Hal itu tampaknya akan mudah diraih Marquez pada balapan di sirkuit Phillip Island, hari ini (19/10). Start dari pole, pembalap Spanyol itu melesat kencang dan sepuluh lap tersisa ia sudah memimpin lomba dengan empat detik di depan Duo Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Tapi nasib sial menghampiri Marquez. Tiba-tiba saat akan melewati tikungan ketat MG, dia kehilangan bagian depan motornya dan kemudian terpleset keluar lintasan sehingga membuatnya tak dapat melanjutkan balapan meskipun untungya tak mengalami cedera.

“Saya hanya mencoba untuk melakoni berbagai jenis perlombaan,” Kata Marquez. “Saya mendorong banyak sejak awal, tapi kemudian pertengahan lomba saya melihat itu semakin dingin dan itu sangat sulit untuk mendapatkan suhu (ban) di sisi kanan.”

563636536773

“Kecelakaan itu sangat aneh. Seperti Crutchlow, seperti banyak pembalap. Karena pada titik pengereman saya bahkan lebih lambat – kami membandingkan data – tetapi bagian depan terkunci. Kecelakaan itu persis sama seperti banyak pembalap lain.” Lanjutnya dilansir laman crash.

Balapan akhirnya dimenangi oleh Valentino Rossi, dan disusul Lorenzo serta Bradley Smith. Ketiga pembalap Yamaha itu menggunakan ban depan extra-soft, sedangkan Marquez serta pembalap RC213V lainnya memilih ban soft baru asimetris.

Marquez pun menjelaskan bahwa ia tidak punya pilihan. “Kami tahu ada beberapa risiko dengan ban ini karena ya itu asimetris, tapi bagian dalam titik pengereman kompon ’33’, sisi keras. Tapi masalahnya adalah bahwa dengan Honda itu tidak mungkin untuk finis dengan ’31’ [exstra soft]. Bahkan Lorenzo tampaknya kesulitan. Dengan ban ’31’ Honda ini sudah hancur setelah sepuluh lap dan itulah alasan kami tidak memiliki lebih banyak opsi.”

Marquez menyesali keputusan untuk sedikit melambat dan membalap lebih hati-hati di Phillip Island. Ia menyatakan, “Pada lap pertama di titik pengereman saya mendorong sangat keras. Tapi kemudian saya mencoba mengerem sebelumnya dan mungkin ban itu tidak cukup hangat dan untuk alasan itu saya terjatuh. Tapi ketika saya melihat unggul empat detik di 15 lap, saya melihat bahwa saya melakoni balapan yang hebat … ”

Pada balapan di Phillip Island, Marquez juga terinspirasi untuk mencoba meniru gaya Doohan. “Saya mencoba untuk meniru gaya Doohan!” ucapnya sembari tertawa.”T api pada akhirnya saya seperti Doohan (tahun 1997) ketika ia memimpin balapan ini dan di tikungan pertama ia terjatuh!”

“Saya mencoba mendorong banyak dari awal, dari lap pertama, untuk membuka gap dan aku bisa melakukannya. Kemudian pada titik termudah saya terjatuh. Yang penting adalah bahwa dalam titik yang paling sulit, bagian pertama dari perlombaan ketika biasanya Yamaha kuat, kami benar-benar kuat.” Tambah Marquez.

Marquez masih memiliki dua kesempatan lagi untuk menyamai rekor kemenangan Doohan, dimulai dari GP Sepang pada akhir pekan mendatang. “Kami punya pengalaman untuk tahun depan tapi tentu saja membalap tanpa tekanan, Anda mencoba hal yang berbeda dan terkadang segala sesuatunya bisa terjadi.” Tuntasnya. [[cn/sdi – follow @sneijdera21]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s