Lorenzo: “Saya Tak Pernah Menyesali Apa pun Dalam Kehidupan”


Screenshot_1

SDI – Bintang Movistar Yamaha Jorge Lorenzo menjadi pembalap kedua pada musim ini yang memenangi lebih dari satu balapan MotoGP setelah berhasil finis terdepan di sirkuit Motegi, Minggu (12/10/2014).

Namun prestasi itu dibayangi oleh keberhasilan Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP musim 2014 dengan finis kedua di depan Valentino Rossi dan Dani Pedrosa.

Tak lama setelah perayaan podium Lorenzo mengatakan: “Musim Marc telah nyaris sempurna. Dia hanya melakukan kesalahan di Aragon dan Misano, tapi sisanya ia sudah membalap pada level yang selalu sangat tinggi. Dia sangat agresif, tetapi juga sangat konsisten, tanpa crash yang ia lakukan pada paruh pertama tahun lalu.”

“Tahun lalu ia memenangkan gelar juara di musim rookie tapi dia mungkin memiliki beberapa keuntungan dari cedera Dani dan saya sendiri. Kali ini ia telah menjadi yang terbaik secara keseluruhan dengan perbedaan besar, jadi dia sepenuhnya pantas mendapatkan gelar juara ini.”

Pada tahun lalu Lorenzo menunjukkan penampilan heroik setelah pulih dari cedera dengan berusaha keras menjaga peluang meraih gelar juara. Pada akhirnya ia gagal menjadi juara dunia meskipun berhasil meraup poin lebih dari yang lain dalam tujuh seri terakhir.

Kemudian dia mengalami kesulitan di awal-awal musim 2014 dan baru berhasil memenangkan dua balapan dalam dua seri terakhir meski pada akhirnya gelar juara tahun ini diraih rivalnya musim lalu, Marc Marquez. Dia pun menegaskan tak pernah menyesali start buruk di 2014.

“Saya tidak pernah menyesali apa pun dalam kehidupan karena Anda tidak bisa mengubah masa lalu Anda, Anda hanya dapat mencoba untuk belajar dari hal itu dan melakukan sesuatu yang berbeda,” ucap Lorenzo. “Saya pikir saya tak fit secara fisik, karena saya tidak merencanakan pra-musim dengan baik dan juga motor ini tidak kompetitif seperti sekarang. Ban juga berbeda.”

“Semuanya bersamaan membuat awal musim kami sangat rumit. Saya juga melakukan dua kesalahan besar di dua balapan pertama, jadi itu adalah bencana yang lengkap. Kemudian sedikit demi sedikit saya mulai merasa lebih baik dan lebih baik secara fisik, dan mental dan aku sangat senang dengan level saya serta level motor saat ini. Saya berharap para teknisi Yamaha tetap bekerja sebaik yang mereka lakukan dalam balapan terakhir sehingga kami dapat memiliki kesempatan di musim 2015.”

Gaya membalap Halus dan mengalir Lorenzo tak lebih berbeda dari aktor penentu semua aksi musim ini, Marquez. Namun kerap sedikit ada perbedaan style di antara mereka di arena balap.

“Gaya saya dan Vale sangat mirip, Vale mengerem sedikit lambat atau lebih kuat dari saya dan juga memiliki sedikit setup motor berbeda dan saya mempunyai sedikit kelebihan di corner speed. Namun pada akhirnya hal itu adalah perbedaan kecil,” kata Lorenzo.

“Tapi dibandingkan dengan gaya Marc, kami benar-benar berbeda. Mungkin saya sedikit memiliki kecepatan tikungan yang lebih baik dan mungkin saya sedikit lebih tepat dalam pengereman ketimbang Marc. Tapi Marquez sangat efektif, sangat cepat, sangat agresif dan sangat kuat dalam pertarungan satu lawan satu. Jadi dia sangat sulit untuk dikalahkan.”

“Selain itu, kami punya motor yang berbeda. Jadi seperti membandingkan Kevin Schwantz dengan Eddie Lawson. Ini adalah gaya membalap yang sama sekali berbeda dan motor, sehingga siapa yang lebih baik hanya waktu yang akan mengatakannya.”

Lorenzo mampu mengakhiri paceklik kemenangan pada musim 2014 dengan memenangi balapan dalam kondisi hujan di sirkuit Motorland Aragon, tetapi dia merasa bahwa performanya di Motegi jauh lebih lengkap.

“Ini adalah balapan yang sangat sulit. Saya pikir itu merupakan balapan yang paling intens empat pembalap karena tak seorang pun ingin finis di belakang yang lainnya,” Ujar Lorenzo. “Semua orang mendorong sangat keras. Valentino benar-benar cepat di dua lap pertama tapi kemudian kecepatannya mulai sedikit melambat, jadi saya mengejar dia dan saya memutuskan untuk melewatinya dengan cepat karena saya tahu bahwa mungkin Valentino bisa menahan Marc sedikit naik. Jadi saya mendorong secara maksimal agar membuka gap yang saya butuhkan dan saya sangat senang bisa meraih satu kemenangan yang lain tahun ini di kandang rival utama kami. Kami sungguh puas.”

Dengan tiga balapan tersisa musim ini, Lorenzo kini mengincar posisi runner up di klasemen. Dia hanya terpaut tiga poin di belakang Rossi dan Dani Pedrosa. “Marc sudah jadi juara dunia, sekarang pertarungan untuk posisi kedua.” Katanya.

“Saya pikir saat ini, lebih dari tahun lalu, kami berempat kurang lebih pada level yang sama di setiap trek. Jadi itu akan menjadi pertarungan yang menarik. Pertarungan ini akan sangat ketat. Pembalap yang konsisten, cepat dan juga sedikit kesalahan akan menjadi runner up di klasemen.” tutup Lorenzo. [[cn/sdi – follow @sneijdera21]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s